12.23.2012

CONTOH RPP FIQH KELAS X SEMESTER 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan           : Madrasah Aliyah Sunan Kalijaga
Mata Pelajaran                 : Fiqh
Kelas/Semester                : X / 2
Pertemuan ke                   : 6 (enam)
Alokasi Waktu                 : 15 menit
1.      Standar Kompetensi
Memiliki pemahaman dan penghayatan lebih mendalam terhadap ajaran Islam tentang konsep muamalah.
2.      Kompetensi Dasar
Menjelaskan konsep jual beli.
3.      Tujuan Pembelajaran
Dengan strategi Peer Lessons dan Every One Is Teacher Here dan dibantu media kertas, catatan materi, kartu indeks, dan spidol. Siswa dapat:
a.       Menjelaskan pengertian jual beli.
b.      Menyebutkan syarat dan rukun jual beli.
c.       Menjelaskan jual beli yang dilarang.
d.      Menjelaskan hikmah jual beli.
4.      Indikator Pencapaian       
a.       Menjelaskan pengertian jual beli.
b.      Menyebutkan syarat dan rukun jual beli.
c.       Menjelaskan jual beli yang dilarang.
d.      Menjelaskan hikmah jual beli.
5.      Nilai Karakter yang Dikembangkan
a.       Jujur
b.      Rasa Ingin Tahu
6.      Materi Ajar/Materi Pembelajaran
a.       Pengertian dan dasar hukum jual beli.
b.      Syarat dan rukun jual beli.
c.       Jual beli yang terlarang.
d.      Hikmah jual beli.
7.      Pendekatan           : kritis dan rasional
Metode                  : diskusi
Strategi                  : Peer Lessons dan Every One Is Teacher Here
8.      Kegiatan Pembelajaran
a.       Pendahuluan (2 menit)
·         Siswa mempersiapkan diri dan mengawali menjawab salam dari guru.
·         Siswa mengawali kegiatan pembelajaran dengan membaca doa yang dipimpin oleh salah satu siswa.
·         Siswa menjawab pertanyaan dari guru sebagai upaya untuk membangkitkan motivasi seperti menanyakan kabar.
·         Guru mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya.
·         Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari bersama.
b.      Inti (12 menit)
·         Siswa mengelompok menjadi tiga kelompok dengan berhitung satu sampai tiga, setiap kelompok beranggotakan 3-5 siswa.
·         Kelompok satu mendapatkan materi syarat dan rukun jual beli, kelompok dua mendapatkan materi jual beli yang terlarang, dan kelompok tiga mendapatkan materi hikmah jual beli.
·         Siswa membaca dan mendiskusikan materi yang didapat masing-masing.
·         Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menyusun cara untuk menyajikan topik kepada kelompok lain.
·         Salah satu siswa dari masing-masing kelompok berpartisipasi untuk menyajikan materi kepada kelompok lain.
·         Siswa memperhatikan materi yang sedang disajikan.
·         Siswa kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
·         Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi yang dipresentasikan.
·         Siswa memperoleh kartu indeks dan menuliskan pertanyaan di kartu indeks.
·         Siswa mengumpulkan kartu indeks.
·         Siswa menerima kartu indeks berisi pertanyaan dari siswa lain secara acak.
·         Siswa berpartisipasi menjawab pertanyaan yang didapatkan dan siswa lain menambahkan jawaban.
c.       Penutup (1 menit)
·         Siswa dan guru bersama-sama membuat kesimpulan atas materi yang dipelajari bersama.
·         Siswa mendapat tugas untuk membaca materi mengenai khiyar.
·         Siswa mendengarkan penyampaian guru mengenai rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
·         Siswa mengakhiri dengan menjawab salam dari guru.
9.      Penilaian Hasil Belajar
Teknik                               : Non Tes
Bentuk                              : Pengamatan
Contoh Instrumen             :
No
Nama Siswa
Aspek Yang Dinilai
Jumlah Siswa
Perhatian
Keaktifan
Tanggung jawab
1
Huda




2
Maksum




3
Dll





10.  Sumber Belajar
Mahrus As’ad, dkk. Fiqh Untuk MA, Jakarta: Erlangga, 2009, h. 9-11.
Media Belajar
Kertas, catatan materi, kartu indeks, bolpoin/spidol, LCD, slide materi.



Yogyakarta, 5 Desember 2012

Mengetahui,

Kepala Madrasah
Guru Mata Pelajaran SKI




Atmo Sudarto, M.Pd.
Fajria Hidayatun Marfu’ah
NIP. 19570812 199304 1 003
NIM. 10410079


JUAL BELI
1.      Pengertian dan dasar hukum jual beli
Menurut bahasa jual beli berasal dari kata (                -           -           ) artinya tukar-menukar sesuatu dengan sesuatu. Menurut istilah jual beli adalah suatu transaksi tukar-menukar barang atau harta yang mengakibatkan pemindahan hak milik sesuai dengan syarat dan rukun tertentu.
Dasar hukum jual beli bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadis.
(#4qt/Ìh9$#tP§ymuryìøt7ø9$# ª!$# ¨@ymr&ur

“Dan Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)
Sabda Rasulullah SAW:
“Pendapatan yang paling utama dari seorang dalah hasil utama sendiri dan hasil jual beli yang mabrur.” (HR. Thabrani)
2.      Syarat dan rukun jual beli
a.       Rukun jual beli
1)      Ada penjual.
2)      Ada pembeli.
3)      Ada barang atau harta yang diperjualbelikan.
4)      Ada uang atau alat bayar yang digunakan sebagai penukar barang.
5)      Ada lafal ijab qabul, yaitu sebagai bukti akan adanya kerelaan dari kedua belah pihak.
b.      Syarat barang yang diperjualbelikan
1)      Barang itu suci, artinya bukan barang najis.
2)      Barang itu bermanfaat.
3)      Barang itu milik sendiri atau milik orang lain yang telah mewakilkan untuk menjualnya.
4)      Barang itu dapat diserahterimakan kepemilikannya.
5)      Barang itu diketahui jenis, ukuran, sifat, dan kadarnya.
c.       Syarat penjual dan pembeli
1)      Berakal sehat, orang yang tidak sehat pikirannya atau idiot (bodoh) maka akad jual belinya tidah sah.
2)      Atas kemauan sendiri, artinya jual belinya tidak ada paksaan.
3)      Sudah dewasa (baligh), artinya akad jual beli yang dilakukan oleh anak-anak jual belinya tidak sah, kecuali pada hal yang sifatnya kebiasaan.
3.      Jual beli yang terlarang
a.       Jual beli yang sah tapi terlarang
1)      Jual beli yng harganya diatas / dibawah harga pasar dengan cara menghadang penjual sebelum tiba di pasar.
2)      Membeli barang yang sudah dibeli atau dalam proses tawaran orang lain.
3)      Jual beli barang yang ditimbun supaya dapat dijual dengan harga mahal dikemudian hari, padahal masyarakat membutuhkannya saat itu.
4)      Jual beli untuk alat maksiat.
5)      Jual beli dengan cara menipu
6)      Jual beli yang mengandung riba.
b.      Jual beli terlarang dan tidak sah
1)      Jual beli sperma binatang.
2)      Menjual anak ternak yang masih dalam kandungan induknya.
3)      Menjual belikan barang yang baru dibeli sebelum diserah terimakan kepada pembelinya.
4)      Menjual belikan buah-buahan yang belum nyata buahnya.
4.      Hikmah jual beli
a.       Membentuk kepribadian Muslim yang terhindar dari kepemilikan harta secara batil.
b.      Membentuk kepribadian Muslim yang terhindar dari kepemilikan harta secara riba.
c.       Mendorong untuk saling menolong sesama manusia, sehingga mempunyai nilai sosial kemasyarakatan.
d.      Melaksanakan hukum yang dihalalkan Allah SWT dan menjauhi yang diharamkan.
e.       Mendidik pihak penjual dan pembeli agar memiliki sifat –sifat tenggang rasa, saling menghornati, lapang dada, dan tidak tergesa-gesa. Sabda Nabi SAW dari Jabir ra: “Allah memberi rahmat kepada orang yang berlapang dada pada saat menjual, pada saat membeli daripada saat menagih hutang.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar